63 Persen Mahasiswa Pilih Kost Dalam Kurang dari Sebulan, Berkat Media Sosial
6 mins read

63 Persen Mahasiswa Pilih Kost Dalam Kurang dari Sebulan, Berkat Media Sosial

Jakarta, 25 Juni 2026 – Tidak terasa kita sudah hampir berada di pertengahan tahun 2026, dan bagi para mahasiswa, hal ini berarti bahwa semester ganjil akan segera tiba. Momentum ini banyak digunakan para mahasiswa untuk mencari kost baru, baik yang akan memulai hidup perantauan sebagai mahasiswa baru maupun mereka yang ingin sekadar berganti suasana setelah naik tingkatan. Menyambut semester baru ini, Teluk kecil sebagai perusahaan penyedia hunian hidup bersama modern membagikan sejumlah temuan terbaru terkait kebiasaan dan preferensi mahasiswa yang tinggal di properti Cove. Riset ini menemukan bahwa mahasiswa hanya membutuhkan waktu singkat dalam mencari kost, menggemari privasi dan kemudahan, serta mengutamakan lokasi serta keterjangkauan harga.

“Mahasiswa yang menempati 12,5 persen dari seluruh penghuni Cove memiliki kebutuhan yang sangat spesifik. Mereka menuntut keseimbangan dalam ruang tinggal selayaknya segmen penghuni yang lain: kebutuhan akan kemudahan, ketenangan pribadi, produktivitas, dan interaksi sosial. Tapi di saat yang sama, mereka beroperasi dengan alokasi anggaran yang jauh lebih ketat dibandingkan demografi lain, umumnya pada kisaran bujet Rp2 juta per bulannya. Dengan kebutuhan tersebut, hidup bersama bisa menjadi solusi yang paling efisien, menggabungkan hunian mereka dan segala kebutuhan akademik maupun sosial mereka, dalam pilihan harga sewa yang lebih beragam,” ungkap Dian Paskalis, Direktur Pertumbuhan & Wakil Presiden Pemasaran Online, Cove.

Mahasiswa serba sat-set saat pilih kost, berkat visualisasi digital

Sebanyak 63 persen mahasiswa yang menghuni Cove menyatakan bahwa mereka hanya membutuhkan waktu di bawah satu bulan untuk memilih kost idaman mereka. Selain karena tuntutan waktu yang singkat selagi menyiapkan administrasi perkuliahan, perkembangan internet juga menjadi alasan besar mengapa mahasiswa mulai beranjak dari metode konvensional seperti mencari kost dengan berkeliling secara langsung.

Riset ini menemukan bahwa tiga saluran utama yang digunakan untuk menemukan properti adalah konten TikTok Cove (22 persen), pencarian Google dan Google Maps (18 persen), serta informasi dari keluarga maupun teman (17 persen). Dua dari tiga saluran tersebut adalah platform yang mengakomodir konten visual terkait kamar, di mana mereka bisa melihat kondisi kamar langsung dari penyedia kost sekaligus ulasan organik dari orang-orang yang pernah tinggal di properti tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai generasi yang digital pertama, mahasiswa kini memiliki tingkat kepercayaan yang jauh lebih tinggi kepada konten di internet dalam mengambil keputusan terkait hunian.

Gemari gaya hidup yang penuh privasi dan bebas repot

Mayoritas (73 persen) penghuni Cove yang merupakan mahasiswa berada di rentang usia 18 hingga 24 tahun. Bagi banyak individu dalam kelompok usia ini, pengalaman tinggal di Cove menjadi langkah perdana mereka hidup mandiri jauh dari keluarga sebagai mahasiswa penuh waktu. Lebih dari setengah berasal dari Pulau Jawa, diikuti dengan Sumatera, dan Kalimantan. Dalam mencari kost, Jakarta masih menjadi area favorit mereka dengan tiga lokasi teratas yaitu Jakarta Selatan (26 persen), Jakarta Barat (18 persen), dan Jakarta Pusat (16 persen), di mana sejumlah universitas negeri dan swasta ternama dapat ditemukan di sekitarnya.

Alih-alih mencari teman sekamar untuk memulai hidup perantauan mereka, nyatanya mahasiswa memiliki preferensi yang kuat untuk privasi. 9 dari 10 mahasiswa penghuni Cove menyatakan bahwa mereka memilih untuk tinggal di kamar sendirian. Selain privasi, mahasiswa juga menginginkan pengalaman tinggal yang bebas repot, baik untuk hidup mereka di dalam maupun di luar kamar. Responden menyatakan bahwa tiga alasan utama mereka memilih Cove adalah fasilitas kamar yang lengkap (14 persen), jarak ke kampus (12 persen), dan pelayanan yang mereka dapatkan dengan harga sewa seperti wifi, pembersihan ruangan, atau laundry (11 persen).

Prioritas tinggi untuk hunian strategis dan keterjangkauan harga

Di balik singkatnya waktu pencarian kost, mahasiswa yang tinggal di Cove menyampaikan bahwa mereka tetap dihadapkan pada sejumlah hambatan selama mencari kost. Menariknya, ada dua tantangan terbesar yang dihadapi menduduki peringkat pertama secara bersamaan, yaitu sulitnya menemukan kost di lingkungan yang terjamin keamanan dan kenyamanannya, serta lokasi kost yang kurang strategis.

Menyusul faktor lokasi, tantangan terbesar kedua yang ditemui mahasiswa adalah menemui kost yang disukai, namun harga sewanya tidak sesuai dengan bujet mereka. Sebanyak 40 persen mahasiswa di Cove menyatakan bahwa mereka memiliki alokasi dana bulanan sebesar Rp2-5 juta, yang harus mereka bagi antara kebutuhan kost, pengeluaran sehari-hari, dan gaya hidup. Temuan ini sejalan dengan bagaimana Cove Basics, segmen properti Cove dengan rata-rata harga sewa bulanan Rp2 juta, menjadi pilihan favorit para penghuni mahasiswa.


Metodologi

Survei ini dilakukan sepanjang tahun 2025 secara daring kepada 166 penghuni Cove di Jabodetabek, Bali, Bandung, dan Surabaya. Responden terpilih merupakan penghuni Cove yang menyewa properti dengan tujuan mendukung kebutuhan pendidikan mereka.

Tentang Cove

Cove adalah penyedia hunian hidup bersama modern berbasis komunitas di Asia Pasifik. Dirancang untuk gaya hidup yang fleksibel, portofolio Cove mencakup properti siap huni dengan fasilitas lengkap dan lokasi strategis yang dapat disewa secara bulanan maupun harian. Sebagai pemain co-living utama di Indonesia, Cove kini telah hadir di lebih dari 200 lokasi dan menjadi pilihan bagi lebih dari 30.000 penghuni serta turis/wisatawan setiap bulannya.

Didirikan pada 2018 di Singapura, Cove mulai beroperasi di Indonesia sejak 2020 dan kini memiliki jaringan properti yang mencakup area Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya. Selain Singapura dan Indonesia, Cove telah memperluas operasinya ke Jepang dan Korea Selatan sebagai bentuk dari ekspansi di Asia Pasifik.

Dapatkan informasi terbaru dari Cove melalui Cove.id/pressInstagram @cove_iddan TikTok @cove_id. Aplikasi Cove dapat diunduh di Toko Aplikasi dan Google Bermain.


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch