Tissot Rilis PRX Quartz Chronograph dengan 3 Warna Dial Berbeda
Tissot baru saja merilis jam tangan PRX Quartz Chronograph berukuran 41 mm. Ada tiga model yang dirilis, yaitu T137.417.11.031.00 (white dial), T137.417.11.041.00 (blue dial), dan T137.417.11.051.00 (black dial). Sebelumnya Tissot sudah merilis PRX Automatic Chronograph, kali ini Tissot merilis versi quartz dengan desain mirip tapi ada perbedaannya. Berikut tampilan dan spesifikasi lebih lengkap tentang koleksi terbaru Tissot PRX Quartz Chronograph 2026.
Spesifikasi Tissot PRX Quartz Chronograph 2026
Ketiga jam tangan PRX Quartz Chronograph ini dibuat dengan menggunakan 316L stainless steel case dan bezel, dengan case berdiameter 41 mm dan tebalnya 11,65 mm. Stainless steel case-nya ini juga menampilkan pusher pada pukul 2 dan 4 dengan bentuk balok persegi panjang yang menyatu dengan case.

Jam tangan dengan ketahanan air hingga 100 meter ini memakai scratch-resistant sapphire crystal untuk melindungi dial. Koleksi ini juga memakai stainless steel integrated bracelet dengan butterfly clasp dan push button release, serta interchangeable quick release system.
Dial dan Movement pada Tissot PRX Quartz Chronograph 2026

Koleksi ini menggunakan dial dengan warna berbeda, yaitu putih (T137.417.11.031.00), biru (T137.417.11.041.00), dan hitam (T137.417.11.051.00). Dial dengan tekstur brushed finish secara vertikal ini kemudian dipercantik oleh subdial melingkar yang memberikan kesan deep dan dimensi pada komposisi tampilannya.

Date window yang terletak pada posisi pukul 4 menyatu secara harmonis dengan layout dial, sementara jarum jam dan indeks berbentuk baton diisi Super-LumiNova® untuk memastikan keterbacaan optimal pada kondisi minim cahaya. Posisi subdial sedikit berbeda dengan PRX Automatic Chronograph, pada pukul 2 terdapat indikator chronograph 1/10 detik, subdial pada pukul 6 adalah detik chronograph, dan subdial pada pukul 10 adalah indikator chronograph 30 menit. Sementara itu, jarum detik panjang pada dial utama adalah detik waktu utama.

Di bawah pukul 12 terdapat tulisan “TISSOT 1853”, sedangkan pada pinggiran dial terdapat trek menit. Ketiga jam tangan dibekali quartz chronograph PowerDrive movement. Movement ini punya indikator EOL (battery end-of-life) dan dengan tiga subdial, yaitu pada pukul 2, 6, dan 10.
Tiga Jam Tangan Tissot PRX Quartz Chronograph 2026
Berikut ini adalah tampilan lebih detail tentang Tissot PRX Quartz Chronograph 2026.
1. Tissot PRX Quartz Chronograph T137.417.11.031.00

Tissot PRX Quartz Chronograph T137.417.11.031.00 dirancang dengan white dial dan aksen indeks berwarna rose-gold, hingga menciptakan keseimbangan visual yang lebih hangat.

2. Tissot PRX Quartz Chronograph T137.417.11.041.00

Tissot PRX Quartz Chronograph T137.417.11.041.00 dirancang dengan blue dial, menghadirkan kesan dimensi yang lebih dalam, di mana sentuhan akhir brushed vertikal menciptakan pantulan cahaya yang berubah-ubah seiring gerakan pergelangan tangan.

3. Tissot PRX Quartz Chronograph T137.417.11.051.00

Tissot PRX Quartz Chronograph T137.417.11.051.00 dirancang dengan black dial dan nickeled index yang mempertegas kontras dan memperjelas tampilan subdial chronograph.

Itu dia koleksi terbaru Tissot PRX Quartz Chronograph 2026 yang terdiri dari tiga warna dial berbeda dan dihadirkan dalam perspektif segar namun tetap setia pada identitas PRX. Apakah kamu tertarik untuk mengoleksinya? Dapatkan jam tangan Tissot PRX lainnya dengan mengunjungi website/aplikasi JAMTANGAN.COM.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.